Tips Memilih dan Menyimpan Kata Sandi

Salah satu ancaman siber yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah pencurian data pribadi. Ini karena sejumlah alasan, salah satunya adalah peretasan kata sandi.

Peretasan kata sandi atau pencurian data pribadi adalah akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat akan keamanan digital. Padahal sebagian besar aktivitas yang kita lakukan pasti selalu terhubung dengan dunia digital.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan sedikit saran terkait manajemen kata sandi.

Memilih Kata Sandi yang Baik

Standar kata sandi yang baik harus memenuhi dua syarat. Pertama, mudah diingat oleh pemiliknya. Kedua, sulit ditebak oleh orang lain. Ini adalah hal kedua yang terkadang kita abaikan. Karena kita sangat takut lupa kata sandi kita sering menggunakan kata sandi yang mudah dipikirkan atau diretas oleh orang lain.

Adapun saran kata sandi yang baik seperti berikut:

  1. Terdiri dari minimal 8 karakter acak.
  2. Menggunakan kombinasi dari angka, huruf, simbol (jika diizinkan), dan campuran huruf kapital dan huruf kecil.
  3. Kata sandi yang mudah diingat bisa berbasis kata atau kalimat tetapi perlu diingat bahwa kata tersebut sudah diacak dengan aturan yang hanya kita yang tahu rumus penyelesaiannya.
  4. Hindari kata sandi yang menggunakan tanggal, nama (orang, tokoh fiksi, klub sepak bola, dsb), kata dalam kamus, judul buku, lirik lagu, atau kalimat yang tidak teracak.
  5. Hindari kata sandi yang mengunakan susunan pada keyboard. Misalnya, 12345678, qwerty, abcdefghi, asdfghj.
  6. Hindari kata sandi yang menggunakan unsur pengulangan. Misalnya 123123, abcabc, PutraPutra, nulisnulis, 141414, 123fgh123fgh.

Memelihara Kata Sandi

Aspek penting dari manajemen kata sandi adalah bagaimana kata sandi disimpan. Banyak orang telah menggunakan kata sandi yang baik. Namun kata sandinya masih dapat diretas karena disimpan di lokasi yang mudah diketahui orang lain. Ada pula yang diretas karena memberikan kode OTP akun mereka.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga keamanan kata sandi.

1. Tempat Penyimpanan

Cobalah untuk mengingat kata sandi di kepala Anda. Jika Anda orang yang mudah lupa, gunakanlah media tulis seperti buku catatan yang dijaga baik-baik untuk menyimpan kata sandi.

Jangan menyimpan kata sandi di tempat yang mudah diakses oleh orang lain, seperti file komputer, atau buku catatan biasa.

2. Hindari Fitur Ingat Kata Sandi

Semua browser tampaknya memiliki fitur "Ingat Kata Sandi" di sistem mereka. Opsi ini adalah fitur yang sangat tidak aman dan sebaiknya dihindari.

Hal ini untuk mencegah ponsel kita dicuri, hilang atau dari penggunaan komputer oleh banyak orang. Jika Anda masuk ke perangkat orang lain atau perangkat yang digunakan lebih dari satu orang, jangan lupa untuk keluar dari akun Anda.

3. Ubah Kata Sandi Secara Berkala

Mengubah kata sandi secara teratur dapat mengurangi keberhasilan peretas yang mencoba meretas akun Anda. Perubahan dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali atau sebulan sekali atau sesuai opsi pengguna.

4. Jangan Gunakan Satu Kata Sandi Untuk Berbagai Akun

Beberapa orang menggunakan satu kata sandi untuk semua media sosial karena tidak ingin mengingat terlalu banyak kata sandi. Hal ini sangat berbahaya, jika salah satu akun diretas maka kata sandi akun lain akan ditemukan.

5. Jangan Berikan Akses OTP (One-Time Password) Kepada Orang Lain

OTP adalah kata sandi yang disediakan oleh penyedia aplikasi untuk memverifikasi kata sandi. Kode OTP biasanya diberikan saat kita ingin mendaftar atau mengganti kata sandi. Ada banyak modus dalam peretasan akun salah satunya adalah dengan meminta kode OTP yang dikirimkan oleh penyedia aplikasi.

Ada banyak metode yang digunakan peretas untuk mencuri data pribadi dan kata sandi kita. Apalagi ketika mereka menggunakan metode serangan brute force atau metode untuk mencari kemungkinan kombinasi, yang berarti tidak memerlukan banyak waktu.

Bagikan:

Posting Komentar